Mengenai Metode Berpikir
Assalammualaikum wr. wb
Manusia adalah mahluk yang paling utama, sampai-sampai dikatakan dan di ungkapkan bahwa manusia lebih utama dari pada malaikat. Keutamaan utama yang melekat pada diri manusia adalah pada akalnya. Maka sudah seharusnya kita memiliki pengetahuan tentang akal (‘aql),.
Ketika manusia masih kecil dan belum balihgh, biasanya mereka menerima jawaban dari orang tua mereka. Sebenarnya mereka dilahirkan dengan tidak mempunyai pertanyaan-pertanyaan itu. Tetapi sejak ia mampu membedakan segala sesuatu yang ada disekitarnya, mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kemudian orang tua biasanya memberikan jawabannya. Dan kemudian percaya kepada orang tuanya atau orang menangani urusanya, biasanya manusia menerima jawaban-jawaban dan mereka merasa tentram dengannya, karna mereka telah percaya pada orang-orang tersebut. Takalah telah baligh, yakni mencapai usia dewasa, mayoritas diantara mereka terus berpegng pada jawaban yang telah mereka terima sejak kecil. Sebagian kecil mencoba mengulang-ngulang lagi pertanyaan-pertanyaan tersebut karna merasa tidak tentram dengan jawaban yang telah diterimanya waktu kecil. Karna itu, mereka akan mempertimbangkanya jawaban-jawaban dari problem tersebut, dan berusaha menjawabnya sendiri.
Jadi berpikir tentang pemecahan problem besar, yaitu berpikir tentang alam semesta, manusia dan kehidupanya, adalah hal yang mesti ada bagi setiap manusia. Hanya saja di antara manusia ada yang mampu memecahkanya sendiri dan ada yang menerima pemecahanya dari orang lain. Jika problem besar tersebut telah terpecahkan bagaimanapun cara pemecahanya maka pemecahanya tersebut baik dengan jalan menerima dari orang lain atau dengan jalan memecahkanya sendiri, jika sesuai dengan fitrah manusia dan dia telah merasa tentram denganya, maka ia akan merasa puas dan merasakan kebahagiaan. Jika tidak sesuai dengan fitrah manusia, maka ia tidak akan merasa tentram dengan pemecahanya, dan pertanyaan-pertanyaan itu terus mengejar-ngejar dan mengelisahkanya, meskipun dia tidak bisa mengungkapkanya dengan cara apa pun. Karna itu manusia harus berfikir tentang pemecahan problem besar dengan pemecahanya sesuai dengan fitrahnya.
Memang benar berfikir tentang pemecahan problem besar merupakan sesuatu yang alami dan pasti. Tetapi pemikiran tersebut terkadang benar, terkadang salah, dan terkadang lari dari pemikiran itu sendiri.
Walau bagaimanapun alangkah baiknya berpikir dengan metode rasional. Apa itu metode rasional, metode rasional edintik dengan fakta akal itu sendiri atau bisa di sebut rialitas yang dikaji. Metode rasional digunakan dalam pengkajian objek-objek yang dapat diindera seperti dalam fisika. Bagaimana dengan metode ilmia? biasenye metode ilmia yaitu metode tertentu dalam pengkajian yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan tentang rialitas, pada kenyataanya metode ilmiah terkadang bisa menimbulkan kerancuan atau kekeliruan sebagai contoh metode ilmiah mengenai atom yang sebelumnya mengatakan atom meupakan unsur terkecil dan tidak bisa dibagi-bagi lagi dan oleh metode ilmia itulah ilmuan baru-baru ini menyatakan atom bisa dibagi-bagi, selanjutnya metode ilmiah sebelumnya pernah menyatakan mengenai materi bahwa materi berisifat kekal dan pada kenyataanya materi tidaklah kekal.
Mari kita bahas lebih lanjut suatu metode berpikir, terhadap keberadaan yang maha kuasa, Allah .swt. Apakah keberadaanya bisa kita pikirkan? dan metode apakah yang sesuai jika keberadaanya kita pikirkan,! apakah mengunakan metode rasional ataukah metode ilmiah. Jika kita mengkaji keberadaan yang kuasa dengan metode ilmia, hal ini mungkin sangat keliru karna metode ilmiah terkadang sifatnya hanya dugaan atau hanya rialita sementara yang bisa saja berubah, jika terdapat fitrah baru terhadapnya, bagaimana dengan metode rasional?, sedangkan metode rasional ini metode yang bisa di indra, bisa rasakan keberdaanya.
Perkara semacam ini merupakan suatu hal yang padanya dapat berlangsung proses berpikir. Akan tetapi, proses berpikir hanya terkait dengan eksistensinya semesta, bukan dengan hakikatnya. Sebap yang ditransfer kedalam otak hanya pengaruh/bekasnya saja, sedangkan pengaruh hanya menunjukan keberadaanya saja, tidak menunjukan hakikatnya.
Contohnya, jika ada pesawat terbang tinggi sakali sampai tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, tetapi suaranya bisa didengar, maka suara pesawat terbang tersebut dapat di indra oleh manusia. Suara tersebut merupakan bukti keberadaan pesawat. Tetapi suara tersebut tidak bisa menunjukan hakikat pesawat. Dengan demikian, suara yang terdengar adalah suara yang berasal dari suatu yang ada. Dalam hal ini, kemampuan panca indra untuk membedakan sesuatu bisa menunjukan bahwa suara tersebut adalah suara pesawat terbang.
Aktivitas berpikir pada contoh tersebut sepenuhnya berkaitan dengan eksisitensi bukan hakikat pesawat terbang. Yang terjadi adalah perosis berpikir tentang pesawat terbang. Keberdaan pesawat terbang telah bisa ditetapkan, padahal panca indra tidak bisa mengindranya secara langsung. Yang bisa di indera hanya pengaruhnya saja, yaitu sesuatu yang menunjukan adanya pesawat tersebut. Dengan demikian, akal pemikiran kita memastikan keberadaan pesawat melalui keberadaan pengaruh pesawat. Begitulah contoh cara berpikir tehadap sang pencipta.. Masih Bersambung..., kkk ๐ next logika!
.
.
.
๐ Maaf gan/ sista sebelumnaya jika banyak kata yang keliru atau tidak sesuai dengan pemikiran anda2 sekalian, tolong jangan beri cacian dan makian, saya pun sangat meminta bantuan agan2 atas kritik dan sarane, ! maklum masih mahasiswa dan lagi nyelesain TA juga, salgi ngisi waktu sengang ane buat ni imajinasi, dan juga hostingan prabayar dulu udah tutup, jadi ๐untuk sementara di blog kayak gini dulu ya, buruk- buruk gini juga hasil karya saya loh, hasil memeras imajinasi, !๐
Terimakasih atas pengertianya
TAQIYUDIN AN-NABHANI
Komentar
Posting Komentar